#munggangwetan,kulonprogo#pernikFTUGM201
‘mas-mas rene wae to mas’, ‘opo to koe, rene wae mas karo aku mas’, ….masih jelas teringat ketika si adik putra entah siapa saja namanya, yang dua menarik tangan sebelah kiri, sedangkan yang 3 lagi menarik tangan sebelah kanan si mas-mas berkorsa engineering itu. lucu sekali, mereka saling berebutan keberadaan si mas untuk menemani mereka bermain dan belajar. Ketika adik-adik laki-laki sibuk berebut badan si mas-mas, adik-adik yang putri hanya duduk di pinggiran teras, tangga, dan rumah, malu-malu kucing mendekati si mbak-mbaknya. di desa munggang wetan, kulonprogo, ada banyak anak-anak yang menurut saya butuh dibantu untuk mengembangkan dirinya agar tidak tertinggal oleh cepatnya perubahan zaman.
Anak yang memberikan kesan beberapanya adalah Lia, usianya 17 tahun, badan bongsor, sangat pemalu, sayang sekali diumur 17 -nya, dia tidak bisa membaca. Ditambah lagi, ternyata, dia masih iqra’ jilid 4, dan ternyata lagi, sangat miris, dia tidak bersekolah. Itulah Lia, gadis yang menurutku sedikit terlambat pertumbuhannya.
Ada pula Aisyah, dia masih kecil, belum cukup untuk duduk di sekolah dasar. Lucunya, dia tidak punya ekspresi, tidak mengeluarkan suara satu huruf pun selama kami disana. Ketika semua anak sudah pulang, dia hanya duduk diam memegang erat burung-burungan dari kertas, tak beranjak, tak berniat pulang ke rumah. Hal ini pun membuat bingung panitia, ditanya tidak menjawab, diantar tidak tahu rumahnya dimana, dan kenyataannya, kakaknya yang ikut dalam rombongan anak-anak tadi, sudah pergi meninggalkannya. Untung saja ada seorang ibu yang mau berbaik hati menunjukkan rumah Aisyah yang matanya sudah banjir oleh air mata, dan Aisyah pun bisa kembali kerumahnya.
Terakhir, ada Nova, gadis kecil yang pipinya tumpah-tumpah, aktif, cantik, menggemaskan pula. sangat potensial untuk dikembangkan menjadi anak yang cerdas.
Yah, itulah mereka, sebagian kecil anak-anak yang menurutku, memang sangat butuh dibantu mengembangkan diri mereka sendiri. Ketika ada sebagian yang kapok untuk datang kesana karena medannya, coba tanyakan kembali, apakah engkau tidak turut sedih dengan mereka yang tertinggal sedang kita disini makmur atas pajak yang juga mereka turut bayar? Bukankah akan lebih menyenangkan apabila kita maju dan sukses bersama dibanding sibuk memedulikan diri sendiri? Tidakkah senyum bahagia menjadi penyemangat dirimu pula untuk tetap terus bersyukur dan berbakti pada bangsa? Yah, Semoga saya pun tidak akan bosan untuk datang dan kembali bermain dan belajar bersama mereka. Nova, Lia, Aisyah, tunggu kedatangan saya dan teman-teman KMT lagi ya! ;;) (Adita)
